Kamis, 03 Juni 2010

Manusia dengan Penderitaan , Siksaan, Dan Kekalutan Mental

A. PENDERITAAN

Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat lahir atau batin atau lahir batin. Penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada yang ringan, namun peranan individu juga menentukan barat tidaknya intensitas penderitaan. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Tuhan membaerikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Kepada manusia Tuhan telah membarikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan mahluk ciptaannya yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakannya. Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya.

Sebab-Sebab Timbulnya Penderitaan:

Ø Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia.

Ø Penderitaan yang timbul karena siksaan / azab Tuhan.

Pengaruh / dampak yang dapat ditimbulkan dari penderitaan dapat berupa dampak positif ataupun dampak negative. Sikap ini sangatlah berpengaruh dari kepribadian orang yang mengalami penderitaan, jika orang ini mempunyai kepribadian yang sabar maka dampak yang ditimbulkan akan membuat orang ini semakin tabah, ulet, dll. Begitupula sebaliknya.

B. SIKSAAN

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.

Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya:

Ø Kebimbangan

Bisasanya dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.

Ø Kesepian

Merupakan rasa sepi dalam diri atau jiwa, walaupun di dalam lingkungan orang ramai.

Ø Ketakutan

Bila rasa takut dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :

Ø Claustrophobia (rasa takut terhadap ruangan tertutup) dan Agoraphobia(rasa takut terhadap ruangan terbuka).

Ø Gamang (ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi).

Ø Kegelapan

Ø Kesakitan

Ø Kegagalan

C. KEKALUTAN MENTAL

Secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:

Ø Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung

Ø Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :

Ø Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya.

Ø Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari.

Ø Mental breakdown

Sebab-sebab kekalutan mental antara lain :

Ø Kepribadian yang lemah (akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna).

Ø Terjadinya konflik sosial budaya(akibat norma berbeda dengan apa yang ada dalam masyarakat).

Ø Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social.

Proses- proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorong ke arah :

Ø Positif : trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.

Ø Negatif : trauma yang dialami terus berkesinambungan dan dapat menyebabkan yang bersangkutan mengalami frustasi (tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan).

1 komentar:

  1. Teman jangan lupa yah , mencantumkan link gunadarma . Skarang kan sudah mulai softskill, dan sebagai salah satu mahasiswa gunadarma , ayoo dong masukkin link gunadarmanya.

    Coba cek di studentsitenya yah.

    http://www.studentsite.gunadarma.ac.id

    BalasHapus